“Pernahkah Anda membayangkan rasanya berdiri di ambang mimpi yang telah Anda perjuangkan siang dan malam? Ketika keringat belajar tata bahasa Jepang yang rumit berubah menjadi air mata haru pelepasan, di situlah sebuah perjalanan baru resmi dimulai.”
YOGYAKARTA – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Kampus 2 Bina Insani MTC Yogyakarta pada Senin, 18 Mei 2026. Setelah menempuh masa kediklatan yang intensif, menguras energi, serta menguji keteguhan mental, para peserta Diklat Jepang Intensif Angkatan 42 (DJSI 42) akhirnya sampai pada babak pamungkas. Agenda penutupan ini menjadi saksi bisu dari akhir perjuangan mereka di ruang kelas, sekaligus gerbang awal menuju karier gemilang di Negeri Sakura.
Sejak pukul 13.00 WIB, riuh rendah langkah kaki para peserta mulai memadati area Kampus 2. Wajah-wajah tegang yang biasa terlihat saat ujian berganti dengan senyuman penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan yang erat. Di sudut ruangan, panitia dengan sigap melakukan sentuhan terakhir pada persiapan penataan ruang dan hidangan makanan khas Jepang yang menggugah selera.
Tepat pukul 13.10 WIB, Nabila Azzahra selaku Master of Ceremony (MC) membuka acara dengan suara lantang yang membakar semangat seluruh hadirin. Suasana berubah menjadi khidmat saat Direktur Bina Insani MTC, Bapak Mohammad Rosyidi, S.Ag., maju ke depan mimbar untuk memberikan sambutan sekaligus menutup diklat secara resmi. Dalam untaian kalimatnya yang sarat akan motivasi, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketekunan angkatan ke-42 ini.
“Belajar bahasa dan budaya asing bukanlah hal yang mudah, namun kalian telah membuktikan bahwa keterbatasan bisa dikalahkan oleh tekad yang kuat. Jagalah nama baik almamater, tetaplah rendah hati, dan jadilah duta bangsa yang profesional di Jepang nanti,” pesan Bapak Mohammad Rosyidi, S.Ag., sebelum secara resmi menutup program diklat.
Selepas penutupan resmi dan pemaparan hasil belajar serta program alumni oleh Bapak Hartadi, acara beralih ke sesi yang paling dinantikan: Pengenalan Kebudayaan Jepang yang dipandu langsung oleh Argya Pratama pada pukul 14.10 WIB. Sesi ini tidak hanya sekadar teori, melainkan sebuah pengalaman sensorik yang mendekatkan para siswa pada realita kehidupan di Jepang.
Para peserta diajak untuk mengenal lebih dekat keindahan dan tata cara mengenakan pakaian tradisional Jepang yang anggun. Tidak kalah menarik, sesi pengenalan makanan khas Jepang menjadi primadona tersendiri. Aroma masakan otentik memenuhi ruangan, memanjakan lidah, sekaligus mengobati rasa penasaran para siswa tentang cita rasa kuliner di negara tempat mereka akan mengadu nasib nantinya. Semua momen berharga tersebut dikunci dengan sesi dokumentasi bersama yang penuh dengan tawa dan pelukan hangat.
Acara akhirnya resmi ditutup oleh panitia pada pukul 15.15 WIB. Meski rangkaian seremonial telah usai, semangat dan impian para alumni DJSI 42 dipastikan baru saja menyala lebih terang. Kampus 2 Bina Insani kembali sukses mengantarkan putra-putri terbaik bangsa selangkah lebih dekat dengan cita-cita internasional mereka.
Ganbatte Kudasai, Angkatan 42! Terbanglah tinggi membawa mimpi, pulanglah membawa kesuksesan.
