“Waktu SMA saya belajar bahasa Jepang terasa susah, tapi saat masuk Bina Insani semua terasa lebih mudah.”
Bagi Novan Angger Putra, kalimat itu bukan sekadar cerita. Ia pernah berada di titik ketika bahasa Jepang terasa begitu sulit untuk dipahami. Namun, siapa sangka, beberapa waktu kemudian, bahasa yang dulu terasa berat justru menjadi salah satu bekal yang membawanya hingga ke Jepang.
Pemuda asal Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, lulusan SMA Negeri 1 Pringsurat, tersebut kini telah berhasil mewujudkan impiannya untuk bekerja di Jepang melalui Program Tokutei Ginou (TG).
Pada 5 April 2026, Novan berhasil terbang ke Jepang dan bekerja di bidang peternakan. 🇯🇵🐄
Dari “Sulit” Menjadi “Saya Bisa”
Perjalanan Novan dimulai ketika ia menyadari bahwa kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan rencananya bekerja di Jepang.
Saat masih duduk di bangku SMA, ia merasa belajar bahasa Jepang tidaklah mudah. Banyak kosakata, pola kalimat, hingga cara pengucapan yang harus dipahami.
Namun, semuanya mulai terasa berbeda ketika Novan bergabung dengan LPK Bina Insani.
Dalam testimoninya, Novan menceritakan:
“Waktu SMA saya belajar bahasa Jepang terasa susah, tapi saat masuk Bina Insani semua terasa lebih mudah dan sensei yang mengajar juga baik dan sabar.”
Di balik keberangkatannya, ada proses panjang yang mungkin tidak terlihat. Ada hari-hari ketika harus belajar, mengulang materi, memperbaiki kemampuan, dan terus berusaha meskipun tidak selalu mudah.
Dan justru dari proses itulah keberhasilan Novan dibangun.
Sampai Akhirnya, Ia Benar-Benar Terbang ke Jepang ✈️🇯🇵
Hari yang dulu mungkin hanya menjadi impian akhirnya datang juga.
Pada 5 April 2026, Novan Angger Putra resmi berangkat ke Jepang untuk bekerja di bidang peternakan melalui program Tokutei Ginou.
Dari Kranggan, Temanggung, ia kini memulai kehidupan baru di Jepang.
Perjalanan ini bukan hanya tentang berpindah negara. Ini tentang seorang anak muda yang pernah merasa bahasa Jepang itu sulit, kemudian berani belajar, bertahan dalam proses, hingga akhirnya bisa berdiri di Jepang dengan membawa hasil dari perjuangannya sendiri.
Terima Kasih untuk Bina Insani
Keberangkatan Novan menjadi salah satu cerita bahwa proses belajar dan pendampingan dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan seseorang menuju dunia kerja di Jepang.
Bagi Novan, Bina Insani bukan hanya tempat belajar bahasa Jepang, tetapi juga tempat di mana ia mendapatkan lingkungan belajar yang membuat sesuatu yang sebelumnya terasa sulit menjadi lebih mudah untuk dijalani.
Terima kasih Novan sudah berbagi cerita dan menjadi bagian dari perjalanan Bina Insani. Semoga pengalamanmu di Jepang menjadi awal dari semakin banyak kesempatan dan pencapaian di masa depan.
Selamat bekerja di Jepang, Novan Angger Putra! 🇯🇵✨
Dari Temanggung, mengejar mimpi.
Dari belajar bahasa Jepang, mempersiapkan masa depan.
Dan akhirnya… terbang ke Jepang. ✈️











