MAGELANG, 1 Oktober 2026 — Setiap langkah besar menuju Jepang selalu dimulai dari satu proses: mengenali kemampuan diri.
Bagi para calon pekerja yang sedang mempersiapkan diri untuk berkarier di Jepang, kesempatan kerja bukan hanya tentang memiliki kemampuan bahasa Jepang. Pengalaman, keterampilan, kesiapan kerja, hingga bidang yang dikuasai juga menjadi bagian penting dalam menentukan peluang yang sesuai.
Hal inilah yang menjadi bagian dari kegiatan Mendan bersama TSK Joyous Mediation yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi screening awal bagi calon pekerja, khususnya untuk sektor pertanian, sekaligus menjadi momen bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dan pengalaman yang mereka miliki.
Tiga Lokasi, Satu Tujuan
Mendan bersama TSK Joyous Mediation kali ini dilaksanakan secara fleksibel melalui tiga lokasi, yaitu:
- 📍 Bina Insani Magelang
- 📍 Bina Insani Yogyakarta
- 💻 Online melalui Zoom Meeting
Dengan tiga pilihan lokasi tersebut, peserta dari berbagai tempat tetap dapat mengikuti proses screening dengan baik tanpa mengurangi kesempatan untuk menunjukkan potensi mereka.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Direktur Bina Insani MTC, Bapak Mohammad Rosyidi, S.Ag.
Setelah itu, peserta memasuki inti kegiatan, yaitu mendan bersama TSK Joyous Mediation.
Bukan Sekadar Tanya Jawab, tetapi Mengenali Potensi Peserta
Mendan atau wawancara ini bukan sekadar sesi tanya jawab.
Di balik setiap pertanyaan, terdapat proses untuk mengenali kemampuan, pengalaman, serta kesiapan calon pekerja.
Peserta berkesempatan menceritakan pengalaman yang pernah dimiliki, kemampuan yang dikuasai, serta kesiapan mereka untuk bekerja di Jepang.
Bagi TSK Joyous Mediation, informasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses mengelompokkan calon pekerja berdasarkan kemampuan dan pengalaman, sehingga calon pekerja dapat diarahkan sesuai dengan kebutuhan dan peluang pekerjaan yang tersedia.
Suasana mendan pun menjadi salah satu tahap penting bagi peserta untuk belajar menghadapi proses seleksi secara langsung.
Bagi sebagian peserta, mungkin ada rasa tegang sebelum wawancara dimulai. Namun dari proses inilah mereka belajar bahwa perjalanan menuju Jepang bukan hanya tentang menunggu kesempatan datang, tetapi juga tentang mempersiapkan diri agar siap ketika kesempatan itu datang.
Dihadiri Tim TSK Joyous Mediation
Kegiatan ini juga dihadiri oleh tim dari TSK Joyous Mediation, yaitu:
- Mas Arif Al Amri
- Mba Anggita Yunita Putri
- Mas Khairul Amal
Kehadiran tim TSK Joyous Mediation memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi secara langsung sekaligus mendapatkan gambaran mengenai proses seleksi calon pekerja.
Bagi Bina Insani, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya untuk terus menghadirkan akses dan pengalaman nyata bagi siswa dalam mempersiapkan diri menuju dunia kerja internasional.
Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Kerja
Perjalanan seorang calon pekerja ke Jepang tidak berhenti ketika pembelajaran di kelas selesai.
Justru, setelah kemampuan bahasa dan keterampilan mulai terbentuk, peserta perlu mendapatkan pengalaman menghadapi proses yang lebih dekat dengan dunia kerja sebenarnya.
Mendan bersama TSK Joyous Mediation menjadi salah satu jembatan tersebut.
Dari ruang kelas, peserta mulai belajar berkomunikasi. Dari proses latihan, mereka membangun kepercayaan diri. Dan melalui mendan, mereka mulai belajar menunjukkan kemampuan yang dimiliki kepada pihak yang membuka peluang kerja.
Karena pada akhirnya, kesempatan kerja bukan hanya tentang siapa yang paling cepat, tetapi juga siapa yang paling siap.
Kegiatan mendan bersama TSK Joyous Mediation pada 1 Oktober 2026 pun menjadi salah satu langkah bagi para peserta Bina Insani untuk terus mempersiapkan diri, mengenali potensi, dan membuka peluang menuju pengalaman kerja di Jepang.
Hari ini mungkin masih sebuah wawancara. Namun bagi para peserta, bisa jadi inilah salah satu langkah awal menuju cerita baru di Jepang.















