Tak Hanya Magang, Harapan Baru dari Magelang: AO Jepang Tawarkan Program TG, Biaya Terjangkau dan Fasilitas Lengkap

Senin, 9 Februari 2026 menjadi hari yang penuh harapan di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Magelang.

Di ruang pertemuan itu, berbagai elemen berkumpul dalam satu tujuan: membuka jalan yang lebih luas bagi generasi muda Magelang untuk bekerja di Jepang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Mr. Shoya Yamada (Director), Ms. Miki Abo, Mr. Watanabe, dan Mr. Kobayashi dari Accepting Organization (AO) Jepang, didampingi oleh Anggita Yunia Putri – Staff TSK Joyous Mediation. Turut hadir pula perwakilan dari Bina Insani, para kepala desa, serta BKK dari sejumlah SMK di Kabupaten Magelang.

Dari unsur pemerintahan desa, tampak hadir: Kepala Desa Sumber (Kecamatan Dukun), Kepala Desa Kalijoso (Kecamatan Secang), Kepala Desa Tirto (Kecamatan Grabag), Kepala Desa Ngrajek (Kecamatan Mungkid), Kepala Desa Gondosuli (Kecamatan Muntilan)

Sementara dari dunia pendidikan, hadir perwakilan BKK SMK Negeri 1 Salam, SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan, SMK Muhammadiyah 1 Muntilan, SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, dan SMK Satya Pratama.

Mengawali dengan Perkenalan dan Penyamaan Visi

Acara diawali dengan sesi perkenalan perusahaan kepada Kepala Disperinnaker beserta jajaran struktural, kemudian kepada BKK dan para kepala desa yang hadir.

Bukan sekadar memperkenalkan profil perusahaan, tetapi juga membangun pemahaman bersama tentang peluang kerja ke Jepang yang kini semakin terbuka.

Suasana diskusi terasa hangat dan penuh perhatian. Setiap pihak menyimak dengan serius, karena yang dibicarakan bukan sekadar program—melainkan masa depan anak-anak muda di desa dan sekolah mereka.

Bukan Hanya Magang: Ada Program TG 1 di Bidang Pertanian

Dalam sesi pemaparan, TSK Joyous Mediation bersama AO Jepang menjelaskan secara rinci alur bekerja di Jepang. Disampaikan bahwa bekerja ke Jepang tidak hanya melalui jalur magang, tetapi juga tersedia program TG 1 (Tokutei Ginou), khususnya di bidang pertanian.

Program ini membuka peluang kerja dengan skema yang lebih jelas dan berkelanjutan.

TSK Joyous Mediation bersama Bina Insani juga menjelaskan keunggulan kontrak seasoning per 6 bulan, yang memberi kesempatan bagi pekerja untuk memperpanjang kontrak sesuai kinerja dan kebutuhan perusahaan.

Penjelasan tersebut disambut dengan antusias, terutama karena banyak pihak yang sebelumnya masih memahami program Jepang sebatas magang.

Biaya Lebih Terjangkau, Harapan Lebih Nyata

Salah satu momen yang paling menyentuh adalah saat Dyan Putri, alumni yang telah berangkat menggunakan program TG, membagikan pengalamannya.

Ia menyampaikan bahwa melalui program TG, biaya pemberangkatan jauh lebih terjangkau.

“Total biaya yang saya keluarkan hanya sekitar Rp3.500.000,” ungkapnya.

Pernyataan itu membuat ruangan seketika lebih hening—bukan karena terkejut semata, tetapi karena angka tersebut membuka harapan baru.

Program TG dinilai lebih ringan dari segi biaya dibanding skema lainnya, sehingga semakin memungkinkan generasi muda desa untuk mengakses peluang kerja internasional.

Fasilitas dari AO Jepang: Rumah dan Tiket Pesawat Gratis

Tak hanya itu, pihak AO Jepang juga menyampaikan komitmen mereka dalam memberikan fasilitas kepada CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia).

Disampaikan bahwa perusahaan akan memberikan fasilitas perumahan serta tiket pesawat secara gratis kepada CPMI yang diterima bekerja.

Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan dan komitmen AO dalam mendukung tenaga kerja asal Indonesia.

Mr. Shoya Yamada juga menyampaikan apresiasinya terhadap karakter pekerja Indonesia.

“Kami merasa terbantu dengan adanya CPMI dari Indonesia. Mereka dikenal rajin dan ulet dalam bekerja,” ujarnya dalam bahasa jepang.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan, pihaknya berencana akan mengambil lebih banyak CPMI karena kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat.

Kolaborasi untuk Masa Depan

Pertemuan ini bukan sekadar forum sosialisasi. Ini adalah titik temu antara pemerintah daerah, sekolah, desa, lembaga pelatihan, dan perusahaan Jepang.

Dari ruang pertemuan Disperinnaker Kabupaten Magelang, terjalin komitmen bersama:
bahwa peluang kerja ke Jepang harus diakses secara aman, terarah, dan transparan.

Bagi Bina Insani dan TSK Joyous Mediation, kegiatan ini menjadi langkah nyata memperluas sinergi—tidak hanya menyiapkan siswa, tetapi juga melibatkan pemerintah desa dan sekolah sebagai bagian dari ekosistem pendukung.

Dan pada hari itu, harapan itu terasa semakin dekat.
Dari Magelang, pintu menuju Jepang semakin terbuka lebar.