Bina Insani MTC – Dalam rangka memperluas jaringan kerjasama internasional di bidang penempatan tenaga kerja, Bina Insani Migrant Training Center (MTC) menerima kunjungan kehormatan dari tiga perwakilan HOKKAIDO Arbeit Johosha Co., Ltd. (HAJ) , perusahaan penyedia layanan ketenagakerjaan terkemuka yang berpusat di Sapporo, Jepang. Kunjungan yang berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026 ini menjadi momentum penting dalam membuka akses penempatan tenaga kerja Indonesia ke sektor-sektor spesifik di Jepang melalui jalur visa Specified Skilled Worker (SSW).
Ketiga perwakilan HAJ yang hadir adalah Mr. Tomoki Ikeda, Manager; Mr. Takashi Ishikawa, Manager; dan Ms. Kaori Iwabuchi, Executive Manager. Rombongan didampingi oleh penerjemah Ms. Ling dan diterima langsung oleh Direktur Bina Insani MTC, Bapak Didik, serta Manager Bina Insani MTC, Bapak Paryono.
Perusahaan Berpengalaman dengan Ijin Resmi
Dalam pertemuan tersebut, Mr. Tomoki Ikeda memperkenalkan profil perusahaannya. HAJ (HOKKAIDO Arbeit Johosha Co., Ltd.) yang telah berdiri sejak tahun 1971 dan berkantor pusat di Sapporo, Hokkaido, merupakan perusahaan yang memiliki legalitas dan izin resmi dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang dengan nomor izin 01-ユ-300279.
Perusahaan ini tercatat sebagai anggota aktif Asosiasi Layanan Ketenagakerjaan Jepang (一般社団法人 日本人材紹介事業協会) , yang menjamin bahwa seluruh proses rekrutmen dan penempatan dilakukan sesuai standar etika dan regulasi ketenagakerjaan di Jepang.
Peluang Kerja di Berbagai Sektor
Salah satu poin penting dalam diskusi adalah pemaparan mengenai kebutuhan tenaga kerja di Hokkaido yang mencakup beragam sektor. HAJ membuka peluang bagi calon pekerja migran Indonesia untuk ditempatkan di beberapa bidang utama, yaitu:
· Kaigo (Perawatan Lanjut Usia)
· Konstruksi
· Pertanian dan Peternakan Sapi Perah (sektor unggulan di Hokkaido)
· Pengolahan Makanan
· Perhotelan (Hotel) dan Restoran
Keistimewaan: Proses Tanpa Biaya
Hal yang paling menarik dan menjadi nilai plus dalam kerjasama ini adalah komitmen HAJ untuk tidak menarik biaya apapun dalam proses rekrutmen dan penempatan. Kebijakan ini sejalan dengan upaya Bina Insani MTC untuk melindungi calon pekerja migran dari praktik pembiayaan yang memberatkan.
“Kami sangat mengapresiasi transparansi dan komitmen HAJ. Kesediaan mereka untuk memberangkatkan tenaga kerja Indonesia tanpa biaya menunjukkan niat baik dan keseriusan dalam menjalin kemitraan yang adil dan saling menguntungkan,” ujar Bapak Didik, Direktur Bina Insani MTC.
Mengenal Hokkaido: Wilayah Ramah Pekerja Asing dengan Biaya Hidup Terjangkau
Setelah pertemuan resmi, para perwakilan HAJ berkesempatan mengunjungi ruang kelas pelatihan dan berinteraksi langsung dengan para calon pekerja migran. Dalam kesempatan tersebut, Mr. Takashi Ishikawa dan Ms. Kaori Iwabuchi memperkenalkan secara lebih dekat tentang kehidupan di Hokkaido. Mereka menyampaikan bahwa Hokkaido dikenal sebagai wilayah yang ramah terhadap pekerja asing, dengan komunitas internasional yang terus berkembang. Selain itu, biaya sewa apartemen di Hokkaido relatif lebih murah dibandingkan kota-kota besar lainnya di Jepang seperti Tokyo atau Osaka. Sebagai kota terbesar kelima di Jepang, Sapporo menawarkan kemudahan akses terhadap berbagai fasilitas umum seperti transportasi, layanan kesehatan, dan pusat perbelanjaan, sehingga para pekerja dapat beradaptasi dengan nyaman. Kunjungan ke kelas ini disambut antusias oleh para peserta pelatihan yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai prospek kerja dan kehidupan di Jepang.
Sinergi untuk Masa Depan
Bapak Paryono, Manager Bina Insani MTC, menambahkan bahwa kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan perencanaan teknis, termasuk sosialisasi lowongan, seleksi, dan persiapan pelatihan bahasa serta kompetensi bagi calon peserta yang sesuai dengan standar SSW.
“Kami optimis kerjasama dengan HAJ akan membuka jalan bagi lebih banyak putra-putri terbaik Indonesia untuk berkarier di Jepang, khususnya di wilayah Hokkaido yang terkenal dengan industri pertanian dan pariwisatanya. Dengan dukungan perusahaan sekaliber HAJ yang tidak membebani biaya, mimpi untuk bekerja di luar negeri menjadi lebih terjangkau,” tutup Bapak Paryono.
Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama
