Kunjungan AO Jepang ke Pertanian Tomat Sawangan: Sinergi Bina Insani dan TSK Joyous Mediation Dorong Pertanian Berstandar Global

Kunjungan perusahaan AO Jepang ke pertanian tomat di wilayah Sawangan, Kabupaten Magelang, menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kerja sama bersama Bina Insani dan TSK Joyous Mediation. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum pertukaran wawasan dan penguatan kolaborasi di sektor pertanian.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Mr. Shoya Yamada selaku Director, didampingi oleh Ms. Miki Abo yang berperan sebagai mandor di perusahaan Mr. Shoya. Turut hadir pula Mr. Watanabe, yang merupakan murid dari Mr. Kobayashi dan memiliki lahan budidaya tomat, serta Mr. Kobayashi, sosok yang dikenal sebagai sensei budaya tomat di Jepang.

Mr. Kobayashi merupakan figur yang diakui oleh pemerintah Jepang atas kontribusinya dalam pengembangan dan edukasi budidaya tomat. Meski memiliki lahan tomat dalam skala terbatas karena fokus utamanya adalah membimbing dan mengedukasi petani lain, perannya sangat besar dalam membangun standar kualitas tomat di Jepang. Kehadiran beliau dalam kunjungan ini menjadi nilai strategis tersendiri bagi kolaborasi yang dijalin bersama Bina Insani dan TSK Joyous Mediation.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, rombongan AO Jepang melihat langsung praktik budidaya tomat yang dilakukan petani Sawangan. Mereka menemukan adanya beberapa kesamaan dalam teknik dasar pertanian, namun juga mencatat perbedaan dalam sistem pengelolaan dan distribusi hasil panen.

Salah satu diskusi menarik yang muncul adalah mengenai sistem penentuan harga. Di Jepang, harga tomat umumnya telah disepakati sebelum masa tanam dimulai sehingga petani memiliki kepastian pasar. Sementara itu, di wilayah Sawangan, harga lebih banyak ditentukan oleh mekanisme pasar melalui tengkulak, dengan sistem pembayaran di mana tomat dibawa terlebih dahulu dan pembayaran dilakukan setelah hasil terjual.

Dalam kesempatan tersebut, Mr. Kobayashi menyampaikan pandangannya mengenai potensi besar tenaga kerja Indonesia di sektor pertanian. Ke depan, beliau berencana merekomendasikan kepada petani tomat di Jepang untuk mempertimbangkan pengambilan tenaga kerja dari Indonesia melalui jalur resmi bersama Bina Insani dan TSK Joyous Mediation. Rekomendasi ini menjadi sinyal positif terhadap kualitas dan kesiapan sumber daya manusia Indonesia di mata praktisi pertanian Jepang.

Sepanjang kegiatan, tim Bina Insani dan TSK Joyous Mediation mendampingi secara aktif sebagai jembatan komunikasi antara petani lokal dan mitra Jepang. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi internasional tidak hanya berhenti pada penempatan kerja, tetapi juga pada pertukaran ilmu, peningkatan kualitas, dan pembangunan jejaring pertanian yang berstandar global. Melalui sinergi ini, diharapkan ke depan semakin banyak peluang kerja sektor pertanian Jepang yang dapat diakses secara resmi dan profesional oleh tenaga kerja Indonesia, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pertanian lokal melalui pembelajaran lintas negara.