Deg-degan Sejak Pagi: Alumni Bina Insani Jalani Simulasi Mensetsu Langsung Bersama AO Jepang

Sabtu, 7 Februari 2026, menjadi hari yang panjang sekaligus bersejarah bagi sejumlah alumni Bina Insani Yogyakarta.

Meskipun simulasi wawancara (mensetsu) bersama Accepting Organization (AO) Jepang baru dimulai pukul 14.00 WIB, para alumni sudah hadir sejak pukul 09.00 pagi. Mereka datang lebih awal untuk melakukan persiapan—mulai dari pengecekan berkas, latihan perkenalan diri dalam Bahasa Jepang, hingga memastikan kerapian pakaian dan sikap.

Suasana sejak pagi terasa berbeda. Tidak ada canda berlebihan. Yang ada adalah latihan serius, diskusi kecil dengan instruktur, dan sesekali menarik napas panjang untuk menenangkan diri.

Hari itu, mereka akan menghadapi langsung tim AO Jepang:
Mr. Shoya Yamada (Director), Ms. Miki Abo, Mr. Watanabe, dan Mr. Kobayashi, yang hadir didampingi oleh Anggita Yunia Putri – Staff TSK Joyous Mediation.

Latihan Sejak Pagi, Ujian di Siang Hari

Menjelang pukul 14.00 WIB, ruangan wawancara telah disiapkan. Kursi ditata rapi. Suasana dibuat formal menyerupai mensetsu yang sesungguhnya di Jepang.

Lalu datanglah pertanyaan yang sederhana namun mendalam:

「どうして農業を選びましたか?」
“Mengapa Anda memilih bidang pertanian?”

Pertanyaan ini bukan sekadar formalitas. Bagi AO Jepang, jawaban atas pertanyaan tersebut mencerminkan motivasi, ketulusan, dan kesiapan mental calon tenaga kerja.

Mr. Shoya Yamada menegaskan pentingnya alasan yang kuat dalam setiap jawaban kandidat.

“Kami ingin mengetahui motivasi yang sebenarnya. Bukan hanya kemampuan bahasa, tetapi alasan yang jelas dan kesiapan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh di bidang yang dipilih,” ungkapnya dalam bahasa jepang.

Beberapa alumni menjawab dengan penuh keyakinan—ada yang bercerita tentang pengalaman membantu orang tua di sawah, ada yang tertarik pada teknologi pertanian Jepang yang maju, dan ada pula yang ingin mengembangkan keterampilan untuk masa depan keluarga mereka.

Jawaban-jawaban itu lahir bukan karena hafalan, tetapi karena proses pembinaan yang panjang.

Dinilai dari Sikap, Bukan Hanya Kata-Kata

Selama wawancara berlangsung, Ms. Miki Abo dan tim AO tidak hanya memperhatikan isi jawaban. Cara duduk, ekspresi wajah, intonasi suara, hingga sikap saat memberi salam juga menjadi bagian dari penilaian.

“Sikap dan keseriusan sangat penting. Kami melihat kesiapan mereka bukan hanya dari bahasa, tetapi dari bagaimana mereka membawa diri,” ujar Ms. Miki Abo dalam bahasa jepang.

Simulasi ini memberikan gambaran nyata kepada alumni tentang bagaimana atmosfer wawancara resmi di Jepang—formal, terstruktur, dan penuh penilaian detail.

Komitmen Bina Insani: Datang Siap, Pulang Percaya Diri

Pihak Bina Insani Yogyakarta menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mendampingi siswa hingga benar-benar siap menghadapi proses seleksi.

“Karena itu siswa kami hadir sejak pagi untuk persiapan. Kami ingin mereka tidak hanya siap secara materi jawaban, tetapi juga siap secara mental dan sikap. Ketika waktunya tiba, mereka sudah terbiasa dengan suasana formal seperti ini,” ujar Hartadi Bagian Akademik Bina Insani.

Kunjungan AO Jepang ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga pelatihan dan mitra Jepang berjalan secara aktif dan nyata. Bukan hanya membahas kerja sama, tetapi langsung menguji kesiapan alumni di lapangan.

Di balik ketegangan sejak pagi hingga sore hari, tersimpan satu keyakinan:
bahwa setiap latihan, setiap persiapan, dan setiap jawaban yang diucapkan adalah langkah mendekatkan diri pada mimpi bekerja di Jepang.