Di sudut Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seorang pemuda bernama Dawea Senja Okta Ditama pernah menyimpan mimpi besar: kerja Jepang melalui visa Tokutei Ginou (TG). Mimpi itu bukan sekadar angan, melainkan target hidup yang ia perjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Lulusan SMK Pancasila 1 Wonogiri ini adalah alumni Diklat Jepang Intensif Angkatan 35 di LPK Bina Insani Migrant Training Center. Dari sinilah perjalanan program kerja Jepang visa Tokutei Ginou (TG) yang ia tempuh dimulai—dari belajar bahasa hingga akhirnya resmi berangkat ke Negeri Sakura.
“Orang sukses bukan yang tak pernah gagal, tapi yang tak pernah menyerah pada kegagalan.”
Kalimat itu menjadi penguatnya setiap kali rasa lelah datang saat menjalani proses persiapan kerja Jepang.
Proses Menuju Kerja Jepang Visa Tokutei Ginou (TG)
Untuk bisa bekerja di Jepang melalui skema Tokutei Ginou (TG), Dawea harus melewati tahapan yang tidak mudah. Ia mengikuti pelatihan bahasa Jepang intensif, pembinaan sikap dan budaya kerja Jepang, serta mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian kompetensi bidang peternakan sebagai syarat program kerja Jepang visa TG.
Setiap tahap dijalani dengan serius, karena ia memahami bahwa visa Tokutei Ginou (TG) membuka peluang kerja profesional di Jepang dengan standar kompetensi yang jelas.
Selama proses tersebut, LPK Bina Insani Migrant Training Center selalu mendampingi penuh. Mulai dari pembelajaran, pendaftaran ujian Tokutei Ginou, proses seleksi perusahaan Jepang, hingga pengurusan dokumen kerja Jepang dan visa TG.
Yang paling ia syukuri, seluruh proses kerja Jepang ini dijalani tanpa dipungut biaya apapun dan tanpa adanya biaya terima kasih.
“Saya sangat bersyukur bisa kerja Jepang lewat visa Tokutei Ginou. Dari awal belajar sampai pengurusan visa TG dan keberangkatan, semuanya didampingi. Tidak ada biaya tambahan ataupun biaya terima kasih. Saya benar-benar merasa dibimbing,” ungkap Dawea.
Berkarier di Bidang Peternakan di Kagawa, Jepang
Pada 19 Januari 2026, Dawea resmi berangkat kerja Jepang dengan visa Tokutei Ginou (TG) dan kini bekerja di sektor peternakan di Prefektur Kagawa.
Bidang peternakan dalam program Tokutei Ginou menuntut kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab tinggi. Sistem kerja Jepang yang terstruktur kini menjadi bagian dari kesehariannya. Berkat bekal pelatihan yang matang, ia mampu beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan performa kerja yang baik.
Kerja Jepang melalui visa TG bukan hanya tentang bekerja di luar negeri, tetapi juga tentang meningkatkan keterampilan, pengalaman internasional, dan membuka peluang masa depan yang lebih luas.
Inspirasi Bagi Calon Pekerja Jepang
Kisah Dawea Senja Okta Ditama menjadi bukti bahwa kerja Jepang visa Tokutei Ginou (TG) bukanlah hal yang mustahil bagi pemuda daerah. Dengan tekad, disiplin, dan bimbingan yang tepat, kesempatan itu nyata.
Dari Girisubo, Gunungkidul, kini ia berdiri di Kagawa, Jepang—membawa harapan keluarga dan membuktikan bahwa mimpi kerja Jepang bisa diraih tanpa biaya tambahan dan tanpa praktik biaya terima kasih. Perjalanannya adalah pesan kuat bagi generasi muda Indonesia:
Berani bermimpi, siap berproses, dan percayakan langkah pada pendampingan yang profesional.
