Dari Diskusi ke Aksi: Bina Insani dan TSK Joyous Bersama AO Jepang Bangun Kurikulum Pertanian Berstandar Internasional

Pada hari Sabtu, 7 Februari 2026, Bina Insani bersama TSK Joyous Mediation menyambut kunjungan perusahaan AO Jepang. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga pelatihan, dunia pendidikan, dan industri Jepang, khususnya di bidang pertanian.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah diskusi penyelarasan kurikulum skill pertanian Jepang. Diskusi tersebut mempertemukan perusahaan AO Jepang dengan Bina Insani, TSK Joyous Mediation, serta lembaga mitra pendidikan yang selama ini terlibat aktif dalam pembekalan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) sektor pertanian.

Diskusi ini dihadiri oleh Politeknik Pengembangan Pertanian Yogyakarta–Magelang, SMK MM 52 Yogyakarta, SMKN 1 Pandakulon Bantul, SMKN 1 Nanggulan Kulonprogo, dan SMK Ma’arif Wates. Kehadiran berbagai institusi ini menunjukkan komitmen bersama dalam menyusun kurikulum pertanian yang selaras dengan kebutuhan kerja di Jepang.

Melalui forum diskusi ini, perusahaan AO Jepang memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif bahwa Bina Insani bermitra secara aktif dengan TSK Joyous Mediation, serta didukung oleh sekolah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan pembekalan pertanian yang terstruktur dan berkelanjutan. Kolaborasi ini memastikan CPMI tidak hanya siap secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktik yang sesuai dengan standar pertanian Jepang.

TSK Joyous Mediation berperan penting dalam membersamai kunjungan perusahaan AO Jepang ke Bina Insani, sekaligus menjadi penghubung strategis antara perusahaan Jepang dan lembaga pelatihan di Indonesia. Sinergi ini memperkuat kepercayaan industri Jepang terhadap sistem pembekalan yang dijalankan oleh Bina Insani dan para mitranya.

Melalui kolaborasi antara Bina Insani, TSK Joyous Mediation, institusi pendidikan, dan perusahaan AO Jepang, diharapkan tercipta ekosistem persiapan kerja yang kuat, relevan, dan berdaya saing global. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia yang ingin berkarier di sektor pertanian Jepang.