Langit Jepang yang kini menaungi langkah Damaryanti adalah jawaban dari doa panjang, kerja keras, dan ketekunan yang ia jaga sejak masih berada di kampung halamannya, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Pemudi lulusan SMK Negeri 1 Girimulyo ini kini resmi bekerja di bidang pengolahan makanan di Prefektur Aichi, Jepang — sebuah pencapaian yang dulu hanya berani ia simpan dalam mimpi.
Damaryanti merupakan alumni Diklat Jepang Super Intensif Angkatan 26 di LPK Bina Insani Migrant Training Center, tempat di mana ia mulai membangun pondasi menuju masa depannya.
“Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan, yang ada hanya kerja keras dan ketekunan,” kalimat itu bukan sekadar kata-kata baginya, tetapi prinsip yang ia jalani setiap hari.
Proses Panjang yang Dilalui dengan Pendampingan Penuh
Perjalanan Damaryanti menuju Jepang bukanlah proses yang singkat. Ia memulai dari nol: belajar bahasa Jepang, memahami budaya kerja, mempersiapkan mental, mengikuti berbagai ujian, hingga melengkapi seluruh dokumen keberangkatan.
Dalam setiap tahap tersebut, ia tidak pernah berjalan sendirian.
LPK Bina Insani hadir mendampingi secara penuh, memastikan setiap siswa mendapatkan arahan yang jelas, dukungan mental, serta pendampingan teknis hingga benar-benar siap berangkat.
Yang paling ia syukuri, seluruh proses tersebut ia jalani tanpa dipungut biaya apapun.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LPK Bina Insani. Dari awal belajar, ujian, sampai pengurusan dokumen dan keberangkatan, semuanya didampingi dengan baik. Bahkan tidak ada biaya yang dipungut dan tidak ada biaya terima kasih sama sekali. Saya benar-benar merasa dibantu dan diperjuangkan,” ungkap Damaryanti dengan penuh haru.
Mengawali Babak Baru di Negeri Sakura
Kini, Damaryanti menjalani hari-harinya sebagai pekerja di perusahaan pengolahan makanan di Prefektur Aichi. Lingkungan kerja yang disiplin dan profesional tidak lagi terasa asing, karena ia telah dibekali dengan pelatihan yang matang selama di Bina Insani.
Setiap langkah yang ia jalani di Jepang menjadi bukti bahwa mimpi anak desa pun bisa terbang tinggi, selama ada kemauan untuk belajar dan keberanian untuk mencoba.
Bukti Nyata Bahwa Kesempatan Itu Ada
Kisah Damaryanti bukan hanya tentang bekerja di Jepang. Ini adalah kisah tentang harapan, tentang kepercayaan, dan tentang kesempatan yang diberikan dengan tulus tanpa membebani.
Ia berharap, semakin banyak pemuda dan pemudi Indonesia, khususnya dari Purworejo dan sekitarnya, yang berani mengikuti jejaknya.
“Saya ingin teman-teman di Indonesia tahu, bahwa kesempatan itu ada. Asal kita mau berusaha dan mengikuti proses dengan sungguh-sungguh, insyaAllah jalannya akan terbuka.”
Dari Kaligesing ke Aichi.
Dari mimpi menjadi kenyataan. Dan Damaryanti telah membuktikannya.
