Bina Insani Yogyakarta menerima kunjungan Accepting Organization (AO) dari Jepang, Mr. Shoya Yamada (Director) dan Ms. Miki Abo, yang didampingi oleh Anggita Yunia Putri – Staff TSK Joyous Mediation, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membangun pemahaman bersama antara lembaga pelatihan di Indonesia dengan kebutuhan nyata dunia kerja di Jepang.
Kegiatan diawali dengan tur fasilitas pelatihan, di mana AO meninjau langsung kelas Bahasa Jepang, program pelatihan fisik dan mental, serta pembinaan disiplin dan karakter yang menjadi fondasi utama pembinaan siswa Bina Insani. Selama tur berlangsung, diskusi ringan namun bermakna terjadi, menunjukkan ketertarikan AO terhadap sistem pembinaan yang diterapkan secara konsisten.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana siswa dipersiapkan sejak awal, bukan hanya dari sisi bahasa, tetapi juga sikap dan kedisiplinan,” ujar Mr. Shoya Yamada dalam bahasa jepang di sela-sela kunjungan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan observasi proses pembelajaran. AO mengamati suasana kelas, metode pengajaran, serta interaksi antara instruktur dan siswa. Menurut Ms. Miki Abo, suasana belajar yang tertib dan terarah menjadi nilai tambah dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan budaya kerja Jepang.
“Kami bisa merasakan keseriusan siswa dan peran instruktur dalam membentuk kebiasaan kerja yang baik. Ini sangat penting bagi perusahaan di Jepang,” ungkapnya dalam bahasa jepang.

Pada sesi diskusi kebutuhan skill dan kurikulum, pembahasan berlangsung lebih mendalam. Selain menyoroti kompetensi yang dibutuhkan oleh industri Jepang, pihak AO juga secara khusus menanyakan kapasitas pelatihan Bina Insani Yogyakarta. Hal ini dilakukan sebagai bahan perbandingan antara jumlah tenaga kerja yang dapat dipersiapkan dengan kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh AO.
“Kami perlu memastikan bahwa kapasitas pelatihan dan kualitas lulusan dapat sejalan dengan kebutuhan perusahaan kami di Jepang, baik dari segi jumlah maupun kesiapan kerja,” jelas Mr. Shoya Yamada dalam bahasa jepang.
Menanggapi hal tersebut, pihak Bina Insani menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga kualitas dan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan mitra.
“Kami tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga memastikan setiap siswa benar-benar siap secara mental, karakter, dan kompetensi sebelum bekerja di Jepang,” Ujar Mohammad Rosyidi Direktur Bina Insani Yogyakarta.
Melalui kunjungan ini, terbangun kesamaan visi bahwa keberhasilan program kerja ke Jepang ditentukan oleh kolaborasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta keselarasan antara kebutuhan industri dan kapasitas lembaga pelatihan. Bina Insani Yogyakarta terus berkomitmen menjadi mitra strategis dalam menyiapkan SDM unggul yang dipercaya oleh dunia kerja Jepang.
